Yeah, I Love Letters

I recently redecorated my room and I stumbled upon these treasures again. I love written texts. I love letters. Somehow, they speak more truth than verbal words. They speak the unspeakable. They make you think, write and wish sincerely about people when they are not around watching you. Through letters, you also know what you or part of your actions really meant to other people. Letters bring memories and nostalgia. It has been my guilty pleasure reading love letters from great men throughout history, they make me blushing or crying sometimes. Letters, in any form, are personal. Hence, I never throw any written texts or letters which ever addressed to me. Long-short, simple-complex, from friends or strangers, I keep them all.

My best friend knows me very well on this and she always sends me a postcard from wherever place she ever visited or stayed. I always like it every time I read these postcards, it gives me the inexplicable feeling like going to those places as well. It also gives me the comfort feeling of knowing that she always remembers me and knowing the fact that our friendship (in general) and she ( in particular) remain the same since the moment when she was only one until now when she already had an amazing man and an amazing baby boy (whom I love so much just like my own baby) with her, and hopefully until then when we’re old, passing the torch to our generations. She knows.. it’s the best thing she could ever give me (besides books) and it’s such a good way to say things you have difficulty to say it in person.

So yeah, I love letters.

I am not

I am not a human with no feeling
I am not a human with no insecurity
I am not a human with no vulnerability
I am not a human with no problem
I am not a human with no anxiety
I am not a human with no fear
I am not a human with no ups and downs
I am not a human with no anger
I am just like the rest of us,
A human with multi-layered complexities

Nonetheless..

I am not dwelling
I am not complaining
I am not rumbling
I am not wallowing
I am not bothering
I am not a crybaby
I wipe away my own tears (and others, too)
I control the beast inside me
I befriend with silence and practicality
I try to remain calm,

even in my deepest melancholy.

Just so you know,
It’s not something natural or easy
I learn every second I breathe and,
I like it that way.

Agar Tidak Padam dan Sirna Begitu Saja

Pada bintang semua terpukau
Pada bulan semua terkagum
Pada matahari semua tertunduk
Wangi alam membuat seisi dunia ceria
Kepada semesta manusia dilahirkan
Tanpa daya
Tanpa asa
Lalu tumbuh daging dan otot di sela-sela rongga
Kemudian akal menjadi pelengkap kesempurnaan
Setelah itu kau mulai menyatu dengan senyawa-senyawa
Membentuk kaum-kaum yang kemudian lupa
Pada akar dan asal muasalnya
Yang bukanlah siapa-siapa

Lalu,
Untuk apa segala angkuh itu?
Merasuki setiap sendi-sendi dalam diri
Dijadikannya karib padahal dia pendusta
Untuk apa segala amarah itu?
Mengambil alih kendali nafsu
Dijadikannya sandaran padahal dia nista
Untuk apa segala sedu sedan itu?
Dijadikannya teman setia padahal dia semu
Sudah saatnya,
Kaum-kaum itu kembali mengendalikan diri
Agar tidak jadi hilang digulung ombak
Lalu padam dan sirna begitu saja

Pada Masa Yang Memaksa Kita Untuk Menyendiri

Pada masa yang memaksa kita untuk menyendiri, kita memisahkan diri dari status sebagai makhluk sosial dan komunal. Lebih banyak bergumul bahkan berkonflik dengan diri sendiri dalam ruang lahiriah namun terus berkejar-kejaran dengan pikiran tentang manusia-manusia lain dalam ruang batiniah. Tubuh memang lebih banyak bergelut dengan kondisi dan situasi yang terjadi pada diri sendiri, berdiam pada lokasi yang sama dan menjejaki aktivitas yang terus melakukan repetisi dalam ruang gerak yang dibatasi oleh partisi. Namun pikiran tetap saja tidak mau menurut untuk diajak berdiam diri, terus melayang-layang bertebaran ke berbagai penjuru, lalu kembali secara bertubi-tubi menghajar tubuh yang sedang memainkan peran sendiri ini. Pikiran tentang mereka yang mengisi ruang-ruang penting di dalam hati dan sanubari. Segala kegundahan, kekhawatiran dan rindu pada mereka yang beruntungnya.. dapat tersampaikan dengan begitu mudahnya. Namun sayangnya.. aku gagal menyampaikannya pada satu. Pada yang satu, segala kekhawatiran, rasa ingin tahu dan rasa rindu tercekat dan berhenti di tenggorokanku. Jangan tanyakan mengapa bisa seperti itu. Hanya kelu yang bisa aku simpan sendiri lalu aku terjemahkan dalam doa-doa untuk semua, termasuk pada satu yang membuatku tidak sanggup menumpahkan apa yang sesungguhnya tersimpan di dasar rongga-rongga tenggorokanku. Biarlah.. biar ini menjadi pergumulanku pada masa menyendiri ini.

Pada masa yang memaksa kita untuk menyendiri, rencana tidak lagi dibuat secara bertubi-tubi dan penuh ambisi. Saat ini, setiap rencana dibuat dalam dekapan pengharapan yang sialnya.. sedang berdiri di ujung jurang, seolah bersiap untuk menyerah. Namun, tentu masih ada pilihan lain untuk perlahan-lahan bergerak menjauhi bibir jurang. Satu demi satu langkah, sedikit demi sedikit pergerakan.. begitulah rencana dibuat pada masa menyendiri. Sementara itu, buah-buah pengharapan sedang bergelantungan di sepanjang koridor kehidupan, memamerkan segala kenikmatan yang tersisa di balik segala kesulitan dan tantangan yang juga sedang bergelantungan di sepanjang koridor yang sama. Dalam situasi ini, aku sungguh bersyukur.. karena masih sanggup memetik dan menikmatinya satu persatu.. sedikit demi sedikit mencoba membaginya kepada mereka yang tidak seberuntung diri. Begitulah rencana dan pengharapan memainkan perannya pada masa menyendiri, pada masa di mana tubuh dan logika diminta untuk terus sadar dan kuat menopang segala kemungkinan, tidak boleh lengah sedikitpun.

Pada masa yang memaksa kita untuk menyendiri, aku menemukan diriku pada mereka yang setia menemaniku, terutama di masa ketika menyendiri tidak lagi menyenangkan. Pada Dostoevsky, Alcott, Hemingway, Navis, Malna, Austen dan beberapa kawan setia lainnya, aku merasakan betapa menariknya menyusuri cerita kehidupan dari waktu ke waktu, dari satu situasi ke situasi yang berbeda, juga dari satu perspektif ke perspektif lainnya.. lebih dari biasanya. Bahkan aku menjadi lebih mengerti mereka yang sesungguhnya tidak meminta untuk dimengerti. Dalam waktu yang bersamaan, aku memahami diriku dan melihat kembali setiap keputusan yang aku buat dalam hidup ini, tidak untuk menyesalinya tetapi untuk mempelajari diriku sendiri dari waktu ke waktu, seperti yang banyak dilakukan oleh kawan-kawan setiaku melalui tulisan-tulisan mereka. Aku semakin banyak bergumul dengan kawan-kawan setiaku, semakin banyak menulis, semakin banyak berpikir, semakin banyak berkontemplasi.. lebih dari yang aku lakukan di hari-hari biasa. Suatu hari, ketika semua tantangan yang diderita dunia ini menemui tapal akhirnya dan dunia kembali mencicipi terbit serta tenggelamnya matahari tanpa kekhawatiran berarti.. aku akan selalu mengingat dan setia pada mereka yang menemaniku pada masa yang memaksaku untuk menyendiri.

Pada masa yang memaksa kita untuk menyendiri, semua orang berjuang melawan segala rasa yang dulunya sering dianggap angin lalu saja. Bahkan untuk seorang introvert yang memuja dan mendapatkan energinya dari kesendirian.. menyendiri seperti ini sanggup pula memberikan efek yang tidak lagi menyenangkan. Namun, aku mencoba menerima, belajar untuk sedikit demi sedikit memainkan peran ini dengan sepenuh jiwa, menghayatinya lalu berdamai dengannya. Aku belajar mengesampingkan perasaanku bahkan membuangnya jauh-jauh.. sekarang hanya tersisa logika yang berdiri sebagai pasukan di garda terdepan. Kesendirian yang mulai tidak lagi menyenangkan perlahan-lahan dihapus oleh hadirnya mereka yang setia, hadirnya kebaikan hati dan ketulusan manusia-manusia lain. Ketika semua ini berakhir, aku akan menceritakan pada setiap manusia, pada mereka yang mengisi kehidupanku setelah ini bahwa aku pernah hidup pada salah satu masa terberat yang dihadapi oleh dunia ini.. lalu aku dan dunia ini berhasil melaluinya dengan selamat, seperti sediakala.

IMG_3208

 

A Conversation with Myself.. (Part 4)

Theme: Me on My Deepest Feeling Toward Someone Else

What is a feeling to you?
Feeling especially in the form of love and romantic way is beautiful but such a bitch as well.

Why is it such a bitch?
It’s beautiful.. I’m not gonna lie but there is a part of me hating it as well. In my case, it’s not at all an easy thing to have and develop feeling to someone else but when I do, I feel it intensely and sacredly, too deep, too strong, too distracting and too painful somehow. He occupies my precious mind. You know I’d like to have everything in my life to be under control and developing a feeling toward someone else makes it hard for me to be so ‘cause I feel it hard and deep and it occupies my mind A LOT. Sh#$#&^&%!

In short, it’s all or nothing deal for me. I can’t jump in easily, in fact I refused to jump at all most of the time but once I found someone whom I’d like to jump in with.. it somehow becomes inevitable to jump in one step at a time and bloody stupid hard to jump out of it BUT there is one exception, if that guy is toxic and/or disappointing beyond my limit.. to jump out of relationship and get rid of him is easy like snapping my fingers, no matter how precious he used to be. I don’t care!

It’s good that even though I’m a feeler type but I always have my head over my heart even in an inexplicable situation like that. It keeps me calm, stable and collected while trying to figure things out. My feeling is my responsibility to be handled by myself. I’m not that drama queen type, at all. 

So, have you ever develop feeling toward someone else?
It’s not like I never had it but it’s a super duper very rare occasion. I usually avoid or reject people who intend to be with me or want to develop feeling for me, I have no interest in regular courtship that most people are craving for, and these guys just don’t get me at all, don’t get what’s actually inside my head, don’t get that I’m not a head over heels type; don’t get that my idea of love is you being reliable, mature, loyal, emotionally stable, trust-worthy and responsible; don’t get that my rejection does not mean that I ain’t fun.. I’m not capable of loving and caring.. or that I’m a ‘quirkyalone’ bitch; don’t get that I’m not into cheesy display of public affection to get people’s attention; don’t get that I’m not into clingy kinda relationship; don’t get that I sometimes need my time alone; don’t get that I need emotional connection and not just physical; don’t get that I don’t give a damn on the surface level thing; don’t get that I don’t want to be rushed; don’t get that somehow it’s also a bit terrifying to let someone else coming into your life and own a half of your heart; don’t get that I’d like to talk about Austen or Hemingway; don’t get that I have difficulty to speak my minds and pour my heart out; don’t get that I have a lot of bizarre ideas inside my mind; don’t get that I have a lot of disappointment on people; don’t get that I hate things that are not properly done; don’t get that I‘d like to discuss about a book that I’ve just read or a meaningful movie I’ve just watched, don’t get that I like to climb a big tree and contemplate about life from above (I’m that weird, yes I know); don’t get that I like to walk a lot; don’t get that I like walking into the forest; don’t get that I can be childlike and emotional toward certain memories or experiences that average people would just say ‘meeeh’; don’t get that sometimes I feel so exhausted to be the one who is always sane and emotionally stable while others can be as ignorant as they want; don’t get that sometimes I feel so emotionally drained to always be the one who understands others while in fact, I also want to be understood for once; don’t get that I’m not lonely at physical presence.. I have a lot of loving and devoted friends & family but I’m so lonely at heart and mind; don’t get that I sometimes ended up crying or laughing at some point when thinking about all these stuff. Guys and most people just don’t get me that way!

When I found someone who gets me that way, it’s beautiful but it’s so deep and surreal that I also find it terrifying at the same time. It is.

In the night

We go down into our deepest thoughts
Our mind,
Surrounded by wind and whisper of shadows
Why is it only by night?
It brings memories of a lover
Why is it only by night?
It brings the wander of a soul
Why is it only by night?
It brings the deepest and the highest of feeling
Why is it only by night?
It brings the greatest dreams and inspirations of all
In the night we say unsaid things
Things we could not say by day
Just slip through like a loose snow avalanche
I believe,
There is magic in the night

Dari atas Tumpukan Jerami

Aku berdiri di antara tumpukan jerami
Terseok-seok melatih kaki-kaki
Menapaki permukaan asing yang tidak pernah kujejaki
Puluhan pasang bola mata membuntuti setiap gerak-gerik diri
Menambatkan simpati atau caci maki
Entahlah
Aku tidak peduli
Bukankah aku memang selalu tidak peduli
Pada mata-mata dan suara-suara menghakimi dari luar tubuh ini
Jadi biarkanlah ku sekali lagi,
Tidak peduli

‘I’d say to my dad, ‘I want to be a writer.’ And he’d say ‘journalist’. I’d say I wanted to have a refuge for stray cats, and he’d say ‘veterinarian’. I’d say I wanted to be an actress, and he’d say ‘TV newscaster’. It was this constant conversion of my fanciful ambition into these practical, money-making ventures.’

– Celine. Before Sunrise.

I guess when you’re young, you just believe there’ll be many people with whom you’ll connect with. Later in life, you realize it only happens a few times.

– Celine. Before Sunset.